kuasai laut kita

kuasai laut kita

Senin, 04 Januari 2010

KITA DAN ORANGTUA


Kita dan Orang Tua

Ayah dan Ibu adalah asal-usul adanya umat manusia. Keduanya memberikan yang terbaik kepada anak. Ayah memberi nafkah, sedang ibu melahirkan dan mencurahkan kasih sayang. Allah SWT telah menciptakan dan mewujudkan manusia, kemudian orang tua lah yang melahirkan dan mendidiknya.
‘Abdullah bin Abbas ra, sahabat besar yang berjuluk tarjuman al-Qur’an (penerjemah Al-Qur’an) , mengatakan, Ada tiga ayat yang selalu dipadukan dengan tiga ayat lainnya dan masing-masing selalu disebutkan bersama dengan pasangannya.
1.        Firman Allah swt,
Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul…
                                                                                                        (at- Taghabun :12)
Siapa yang taat kepada Allah tetapi tidak taat kepada Rasulullah, maka ketaatannya tidak diterima.
2.       Firman Allah stw,
Dirikanlah Shalat dan tunaikan zakat…
                                                                                                        (Al-Baqarah : 43)
Siapa yang hanya melaksanakan shalat tanpa menuaikan kewajiban zakat, niscaya ibadah shalatnya tidak akan diterima.
3.       Firman Allah swt,
…dan bersyukurlah kepada-Ku dan kepada ibu bapakmu…
                                                                                                                (Luqman : 14)
Siapa yang bersyukur kepada Allah namun tidak bersyukur kepada orang tua, maka syukurnya tidak akan diterima.
Oleh sebab itu, Al-Qur’an acapkali mengulang wasiatnya, berupa kewajiban setiap insan untuk berbakti dan berbuat baik kepada orang tua. Selain itu Al-Qur’an memperingatkan agar jangan sampai berbaut durhaka atau berperilaku buruk kepada keduanya.
Allah swt berfirman :
                Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baklah kepada kedua ibu bapakmu…
                                                                                                                                (An-Nisa : 36)

Galigo; perkenalan


GALIGO : SERIAL PERKENALAN MUDA-MUDI 1

Pertanyaan Sang Perjaka ( Kallolo )



Makkutanawa Sagala

Belo Kanukuniga

Riwakke Tedongnge



Arti Bugis Umum :

Eee, to cantik, meloka kasi’na makkutana, anaddaramopiga, iyarega engkanagaro tangke’ki



Arti Indonesia :

Hai Sang Dara Rupawan, Ijinkan kubertanya, adakah engkau masih Perawan, atau sudah ada yang memiliki.



Penjelasan

Galigo masuk dalam kategori Galigo Sibali-bali (Galigo Saling Berbalas), Galigo jenis ini selalu mengandung makna yang berlapis. Berikut urutan maknanya :



Sagala = Makessing = ---- = Cantik Dua Lapis

Belo Kanuku = Pacci = Paccing = Bersih / Suci Tiga Lapis

Wakke Tedong = Lawa = ---- = Pagar / Pembatas Dua Lapis


(dari Milis Buginese)

Mengutamakan Kebutuhan Saudara

Mengutamakan Kebutuhan Saudara

Penyusun: ‘Aisyah

Ukhti, ingin kuceritakan kepadamu tentang keutamaan seseorang yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Dengarlah sebuah hadits yang diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘Alaihi wa sallam: “Orang yang paling dicintai oleh Alloh ‘Azza wa jalla adalah yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain. Amalan yang paling dicintai oleh Alloh adalah kesenangan yang diberikan kepada sesama muslim, menghilangkan kesusahannya, membayarkan hutangnya, atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh, aku berjalan bersama salah seorang saudaraku untuk menunaikan keperluannya lebih aku sukai daripada beri’tikaf di masjid ini (Masjid Nabawi) sebulan lamanya. Barangsiapa berjalan bersama salah seorang saudaranya dalam rangka memenuhi kebutuhannya sampai selesai, maka Alloh akan meneguhkan tapak kakinya pada hari ketika semua tapak kaki tergelincir. Sesungguhnya akhlak yang buruk akan merusak amal sebagaimana cuka yang merusak madu.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abid-Dunya dengan sanad hasan)

Betapa mulianya akhlak seorang muslim. Ia senantiasa lebih mementingkan kebutuhan saudaranya dibandingkan kebutuhan akan dirinya. Inilah akhlak yang sangat luhur. Sudahkah kita berbuat seperti itu?

Saudaraku, jika salah seorang saudaramu sesama muslim datang mengadukan kebutuhannya kepadamu, maka bergembiralah karenanya dan sadarilah bahwa ia lebih mengutamakanmu daripada yang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Tolonglah dia. Jangan sampai engkau tidak membantunya dalam memenuhi kebutuhannya selagi engkau mempunyai kemampuan untuk itu.

Lihatlah, bagaimana orang-orang sholih terdahulu senantiasa memperhatikan kepentingan saudaranya,

Hakim bi Hizam berkata, “Jika aku memasuki waktu pagi dan di pintu depan rumahku tidak ada seorangpun membutuhkan sesuatu dariku, maka aku menyadari bahwasanya hal itu merupakan musibah yang aku meminta pahala kepada Alloh.”

“Ketika seekor kuda milik Ar-Rabi’ bin Khutsaim yang harganya dua puluh ribu dicuri, maka orang-orang bertanya kepadanya, “Doakanlah si pencuri itu!”. Ar-Rabi’ berdoa, “Ya Alloh, jika si pencuri itu orang yang kaya, maka ampunilah dia. Tetapi jika ia seorang miskin, maka jadikanlah dia kaya.” (Shifatush-Shafwah: 3/61)

Saudaraku yang mulia, dimanakah posisi kita dibandingkan mereka?

Saudaraku yang tercinta, maukah engkau berhenti sebentar bersamaku dan kita renungkan bersama sikap wara’ Salman Al Farisi. Al Hasan berkisah, “Gaji untuk Salman Al Farisi lima ribu. Dia menjadi gubernur bagi tiga puluh ribu rakyat muslimin. Jika gajinya diberikan, dia langsung menghabiskannya untuk bersedekah, sementara dia sendiri makan dari hasil anyaman tangannya sendiri.”

Qasim Al ju’i bercerita di tengah halaqah murid-muridnya, “Manfaatkanlah waktu kalian agar jangan sampai terjatuh dalam lima perkara ini, yaitu: jika kalian datang, kalian tidak dianggap, jika kalian tidak datang, kalian tidak dicari, jika kalian bersaksi, kalian tidak diajak bermusyawarah, jika kalian mengatakan sesuatu, perkataan kalian tidak diterima, dan jika kalian mengetahui sesuatu, kalian tidak diberi kesempatan untuk mengutarakannya.”

Aku juga mewasiatkan pada kalian lima perkara: jika kalian didzalimi, maka janganlah kalian membalas berbuat dzalim, jika kalian dipuji, janganlah berbangga diri, jika kalian dicela, janganlah kalian merasa terhina, jika kalian dipancing untuk marah, jangalah kalian marah, dan jika mereka mengkhianati kalian, janganlah kalian balas mengkhianati mereka.” (Shifatush-Shafwah: 4/237)

Maroji’:
Tiket Menuju Surga (Syaikh ‘Abdul Malik bin Muhammad al-Qosim dan Syaikh Khalid bin ‘Abdurrahman ad-Darwis)

***

Pemili 2009

Sudah 2 kali pemilihan president, entar> tapi tidak pernah ka memilih.

salut ada putra Sulsel yang jadi capres, Pak Sultan Jogja aja mau jadi capres tapi tidak kesampaian.

moga dipriode depan ada lagi tokoh dari Sulsel yang menjadi kandidat pemimpin nasional.

amin ya Rabb.

Mensyukuri Nikmat-Nya

Mensyukuri Nikmat
OLEH : Ummu Mariah Iman Zuhair

Majalah :
Qiblati edisi 07 / III,

Bismillahirrahmanirrahim, semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi SAW.
Marilah dengan ikhlash karena Allah kit baca secara seksama tulisan berikut ini :

Ada seseorang ingin menjual rumahnya dengan maksud pindah ke rumah yang lebih baik. Lantas dia pergi menemui salah seorang temannya yang professional dalam bidang pemasaran. Ia meninta bantuannya untuk mengiklankan rumahnya yang hendak dijual. Segera teman professional ini- yang telah mengenal rumahnya dengan baik- menulis materi iklan berkaitan dengan rumah tersebut secara rinci, dimulai dengan sanjungan; lokasi rumah yang strategis dan indah, taman yang elok serta kolam renang yang bagus dan seterusnya.

Setelah itu ia membacakan materi iklan tersebut kepada pemilik rumah yang sangat antusias mendengarkannya.
Selesai membaca iklan, pemilik rumah meminta kepadanya untuk mengulang kembali hingga ketika selesai pemilik rumah berteriak takjub : Sungguh indah rumah itu, seumur hidup aku selalu memimpikan punya rumah seperti itu! Tapi aku tidak menyadari bahwa selama ini aku telah hidup dan tinggal didalammnya hingga aku mendengar spesifikasi darimu.” Lalu dia tersenyum dan meminta kepada temannya agar tidak jadi mengiklankan rumahnya, ia menegaskan bahwa rumahnya tidak jadi dijual.

Ada satu adagium (pepatah atau ungkapan) kalsik, hitunglah nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepadamu, lalu tulislah satu persatu, maka engkau akan merasa lebih bahagia daripada sebelumnya.

Kita lupa bersyukur kepada Allah, karena kita tidak memperhatikan segala nikmat serta tidak menghitung apa yang kita miliki. Yang kita perhatikan hanya kesulitan dan kesulitan hingga yang ada hanya keluh kesah, sementara kita melupakan segala kebaikan yang kita rasakan dan kita nikmati.

Kita mengeluh karena Allah menjadikan duri-duri di bawah bunga mawar, padahal yang lebih pantas adalah bersyukur kepadaNya, karena telah menjadikan bunga mawar di atas duri-duri.

Ada yang mengatakan, “aku sangat tersiksa ketika aku bertelanjang kaki, akan tetapi aku banyak bersyukur kepada Allah, saat aku mendapati orang lain tidak memiliki dua kaki.”

Bagi-Mu lah segala pujian, wahai Tuhanku, hingga Engkau ridha, dan bagi-Mu segala puji saat Engkau ridha, bagi-Mu segala puji setelah keridhaan-Mu.
Ridha-Mu kuharap terlimpah atasku.

Lihatlah betapa kasih sayang dan kelembutan Allah terhadapmu saat kau tidur……

Pikirkanlah tentang dirimu sekali saja, apa yang akan terjadi seandainya satu organ tubuh dari sekian banyak organ tidak berfungsi saat engkau tidur?

Saat engkau tidur, Allah SWT menjagamu dan menyalamatkanmu dari bahaya, maka pujilah Allah karena telah membolak-balikkanmu sekali dalam 7 menit untuk merubah posisi tidurmu, hingga kulitmu yang rentan tidak terkena iritasi.

Pujilah Allah atas nikmat katup pangkal tenggorokan (epiglottis) yang membuka untuk mengeluarkan air liur kental yang terkumpul di dalam mulutmu saat engkau tidur, hingga engkau tidak tercekik dan tersendak air liur.

Pujilah Allah yang Maha Lembut lagi Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya atas nikmatnya mimpi burukyang Allah SWT jadikan sebagai pembersih segala yang menjejali daya ingatanmu dari berbagai informasi dan permasalahan. Karena semua itu demi menjaga kelayakan akalmu.

Pujilah Allah atas nikmat selamatnya dirimu dari radang otak yang biasanya disertai demam tinggi saat bersamaan dengan tidur panjang, dimana setelah itu kamu tidak lagi merasakan ketenangan.

Pujilah Allah Ta’ala karena kamu tidak mengalami kegelisahan dan gangguan susah tidur (isomnia) serta halunisasi serta keresahan yang saling susul menyusul akibat mimpi buruk.

Pujilah Allah atas keselamatanmu dari serangan tidur tiba-tiba (parasomnia) yang akan menyebabkan anda tidur di mana saja dalam keadaan apa saja, baik ketika tidur, atau menyetir mobil atau ketika menaiki tangga.

Pujilah Allah atas keselamatan anda dari sindrom kaki resah (restless leg syndrome disigkat RLS) yang mengakibatkan dua kaki anda mengejang saat tidur.

Pujilah Allah SWT atas nikmat anda tidak mengopol saat tidur, yang terkadang juga menimpa sebagian orang dewasa.

Pujilah Allah atas terhindarnya anda dari kekakuan persendian saat anda tidur sehingga tidak bias digerakkan dan susah untuk masa yang berbeda-beda.

Pujilah Allah Ta’ala atas teraturnya suara dengkur anda, sehingga suara dengkuran anda tidak mengagetkan orang lain yang tidur di sebelah anda atau dikamar lain.

Pujilah Allah SWT atas segala nikmat-Nya yang tidak akan habis, atas segala karunia-Nya yang tak terhitung, yang senantiasa menjaga anda waktu tidur, saat duduk, ketika bangun, dan menjaga anda dalam setiap keadaan.

Sumbawa 25 Mei 2009

sudah berapa tahun saya hidup, ada berapa yang saya hasilkan.
apakah ada yang bisa membahagiakan>

terlepas dari harus mensyukuri nikmat semua yang saya terima selama hidup ini dari yang maha kuasa.

siang malam berganti,
kompetisi hidup makin sengit. seolah hendak meniggalkan semua selain dirinya sendiri.

lelah juga rasanya.

namun, seolah aku tak berdaya.
seolah saya hanya terpaksa melakukan sesuatu.

oh Tuhan,
jangan biarkan hati ini berpaling dariMU...

Ku butuh pengetahuan mendalam.
ku butuh energi,
kubutuh makan
ku butuh semuanya sebagai layaknya manusia.

dan karena itu,
mungkin karena itu atas pemahamanku yang dangkal,
kuharus berjuanglagi
maka Tuhan punn menciptakan manusia, walau malaikat memprotes/bertanya/?

yang pasti
hari ini masih ada kehidupan di jasad ini,
negriku aman2 saja,
dibandingkan Sri Langka, Thailan, Nyanmar, Afgan, Plestin.

tak ada kata yang tepat.
selain
lanjutkan
kerjakan
kejar.
selesaikan....

yah hidup belum berakhir.


>di Sumbawa,25 Mei 2009

Kisah seorang Muslimat

Kisah Seorang Muslimat
*50 Nasehat untuk Muslimat, ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH AL MUQBIL.

BISMILLAHI RRAHMAANI RRAHIIM,
MUKADDIMAH

SEGALA PUJI HANYA BAGI ALLAH, sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW dan para keluarganya.

Saudariku muslimat,
Ada seorang wanita shaleh lagi bertaqwa. Dia senang kepada kebaikan dan tidak pernah bosan berdzikir kepada Allah. Tidak pernah kata-kata kotor keluar dari mulutnya. Jika mengingat neraka, dia merasa takut dan hatinya guncang, dan dia semakin mendekatkan diri kepada Allah, mohon agar dilindungi dari siksa api neraka. Namun jika ingat surga, dia terharu dan menangis karena kesengan yang ada di dalamnya, sambil memanjatkan doa kepada Allah Swt agar dia termasuk golongan ahli surge. Dia cinta kepada sesama manusia karenanya orang lain pun mencintainya. Ia berlaku lemah lembut kepada sesamanya, karenanya orang lain pun berlaku lemah lembut kepadanya.

Suatu ketika dia merasakan sakit di bagian kakinya. Dengan segera diminyaki dan dikompresnya, tapi rasa sakit itu bertambah parah.

Setelah diperiksa ke beberapa rumah sakit, akhirnya para dokter sepakat untuk mengirimnya ke London bersama suaminya. Setelah diadakan pemeriksaan secara teliti, para dokter menemukan di kakinya ada gumpalan darah yang mengeras. Kemudian mereka mecari tempat asalnya, ternyata di bagian paha. Selanjutnya para dokter menyimpulkan bahwa pasien wanita ini mengidap penyakit kanker. Akhirnya para dokter memutuskan untuk mengamputasi kaki si pasien mulai dari paha hingga ke kaki agar penyakit itu tidak menyebar ke tempat lain.

Di ruang pemeriksaan terlihat wanita itu sudah pasrah terhadap keputusan dan takdir Allah Ta’ala terhadapnya. Sungguhpun begitu lidahnya tidak pernah berhenti berdzikir kepada Allah Swt.
Pada operasi itu hadir pakar-pakar kedokteran di bidang tersebut untuk melaksanakan operasi yang besar ini. Mulailah mereka melakukan operasi dengan meletakkan alat pemotong. Pasien dibaringkan di tempat operasi. Para dokter meneliti dengan seksama daerah yang akan diamputasi. Dengan sangat teliti dan rasa was-was, disalurkan aliran listrik pada alat tersebut. Tapi di saat akan bergerak alat pemotong itu patah. Para dokter yang ada di situ sangat terkejut. Diulangi lagi operasi dengan menggunakan alat pemotong yang baru, namun keadaan tetap seperti semula. Alat pemotong itu patah lagi. Ketika alat pemotong itu patah untuk yang ketiga kalinya (hal ini untuk pertama kalinya terjadi dalam sejarah operasi amputasi) terlihat wajah para dokter penuh keheranan melihat peristiwa itu. Sementara, dokter yang mengepalai tim operasi meninggalkan mereka sejenak, kemudian mengadakan musyawarah kilat. Akhirnya para dokter memutuskan untuk melukai bagian kaki yang akan diamputasi. Namun apa yang terjadi? Belum sempat pisau itu menyentuh paha, para dokter melihat darah menggumpal dengan bentuk yang menjijikkan. Setelah dilakukan operasi kecil, para dokter membersihkan serta menyumbatnya. Saat itu si wanita menjerit, dan setelah itu rasa sakit yang selama ini diderita hilang tanpa bekas.

Selanjutnya wanita itu melihat kakinya dan ia mencoba untuk berjalan dan ternyata ia tidak merasakan sakit sedikit pun. Ia melihat suaminya sedang bercakap-cakap dengan para dokter yang masih terheran-heran terhadap peristiwa yang baru saja berlalu. Dokter-dokter tadi kemudian menanyakan kepada suaminya, apakah dulu sang istri pernah dioperasi pada bagian tersebut? Suaminya menjawab bahwa dulu istrinya memang pernah mengalami sakit yang serupa, bahkan lebih parah lagi, namun baru kali ini ia dioperasi. Dari jawaban tersebut para dokter sepakat bahwa itulah inayah (pertolongan) Allah SWT.

Betapa bahagianya wanita itu melihat bahaya yang membuatnya selama ini was-was kini telah lenyap. Diucapkannya puji syukur ke hadirat Allah SWT yang menjadi tempat perlindungannya.
Saudariku yang mengakui dirinya muslimat, kisah tersebut adalah sebuah contoh dari beberapa contoh para wali Allah yang telah berpegang teguh kepada perintah-Nya. Mereka lebih mengutamakan ridha-Nya daripada ridha selain-Nya. Hati mereka dipenuhi dengan rasa cinta terhadap-Nya. Mereka senantiasa berdzikir kepada-Nya tanpa merasa jemu, sehingga dzikrullah itu baginya seakan senandung yang merdu. Lidahnya tidak pernah merasa lelah, bahkan mereka menemukan didalamnya kenikmatan serta kelezatan iman. Mereka menerima semua perintah Khaliqnya dengan senang hati, dan menjalankan hukum-hukum-Nya dengan rasa cinta kepada-Nya. Karena itu Allah tidak akan membiarkan mereka, bahkan menolong dan membantunya dengan kekuatan-Nya. Dia juga memberikan kemuliaan kepada mereka. Karenanya pantaslah bila mereka mendapatkan ridha-Nya dan memasuki surga-Nya.

~ooo00000ooo~masih ada kelanjutannya~